Oleh: M.Arif Romadoni | 18 Juli 2010

Anggota Dewan Pendidikan Medan MintaBantuan Guru Besar Harus Ditinjau Ulang

Bantuan Pemprovsu melalui ABPD TA 2007 kepada Guru Besar (Profesor), dinilai tidak berpihak kepada jiwa pendidikan itu sendiri yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Oleh karena itu, pemerintah harus segera meninjau ulang kebijakan tersebut, mengingat sampai saat ini kesejahteraan guru maupun dosen belum kunjung dituntaskan pemerintah.

Demikian disampaikan Anggota Dewan Pendidikan Medan, Drs H Erwan Effendi kepada Analisa.

Menurut Erwan, kalau dilihat tingkat kesejahteraan para guru besar, maka dapat dipastikan mereka jauh lebih baik dan lebih mapan ketimbang dosen maupun guru-guru yang ada di daerah ini. Hal ini dikarenakan mereka memiliki pekerjaan sampingan yang cukup padat sehingga berhubungan langsung dengan penghasilan.

“Banyak kita temui guru besar tersebut bertugas di beberapa perguruan tinggi atau bahkan menjadi staf ahli di perusahaan ternama”, katanya.

Sedangkan kondisi berbeda dialami guru di tingkat dasar. Bahkan ada di antara mereka yang mendapatkan penghasilan beberapa bulan sekali sesuai dengan hasil panen masyarakat.

Tidak pantas kalau pemerintah menggunakan politik “belah bambu” untuk dunia pendidikan, yaitu memijak satu kelompok dan mengangkat kelompok yang pada dasarnya sejenis untuk satu tujuan.

Oleh karenanya, ungkap Erwan, kita sepakat dengan apa yang telah disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi USU yang menilai, sebaiknya pemberian bantuan ini juga diberikan kepada para dosen maupun guru-guru biasa.

“Bahkan kita lebih salut lagi kalau sekiranya ada guru besar yang tidak bersedia menerima bantuan tersebut”, terangnya.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, Pemprovsu menganggarkan dalam APBD tahun 2007 bantuan sebesar Rp 3 Juta/ bulan untuk guru besar di Sumut yang jumlahnya mencapai 191 orang.

Tepat

Sementara tokoh pendidikan Kota Medan yang juga anggota Dewan Pendidikan Medan, HM Daud Sagitaputra SAg ketika ditemui terpisah menilai, kebijakan Pemprovsu untuk memberikan perhatian lebih kepada guru besar sudah tepat dan sangat rasional.

“Ini merupakan penghargaan kepada guru besar karena mendalami serta menguasai satu ilmu pengetahuan secara mendalam”, ungkapnya.

Bukankah dalam agama Islam ada menyebutkan bahwa, Allah akan mengangkat derajat orang yang menuntut ilmu satu derajat lebih tinggi. Makanya dalam tingkat pendidikan, wajar kalau guru besar mendapatkannya.

Selain itu, kata Daud, bantuan ini cukup positif karena hanya merupakan insentif dan disesuaikan dengan kondisi keuangan pemerintah, sehingga kebijakan ini bisa saja berubah.

Dan yang tidak kalah pentingnya lagi adalah, dengan pemberian bantuan ini akan memotivasi dosen lain untuk lebih mendalami ilmu pengetahuan, sehingga memberikan pengaruh positif terhadap kemajuan dunia pendidikan kita.

Yang tidak kita sepakati hanya penghapusan istilah Profesor Madya dan Utama, sehingga saat ini masyarakat tidak mengetahui perbedaannya, kata Daud. (rmd)Sumber: Analisa


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: