Oleh: M.Arif Romadoni | 1 Agustus 2010

DPRD SUMUT MINTA PERIKSA ULANG UN LABUHANBATU

Medan, 27/4 (ANTARA) – Ketua Komisi E DPRD Sumatera Utara Brilian Moktar minta Panitia Ujian Nasional (UN) Provinsi Sumut memeriksa ulang berkas lembaran jawaban UN tingkat SMA/SMK di Kabupaten Labuhan Batu, menyusul penolakan daerah itu atas hasil UN.

“Kita minta panitia memeriksa ulang lembaran jawaban siswa peserta UN di Labuhan Batu dan Labuhan Batu Selatan,” ujarnya kepada wartawan di Medan, Selasa.

Dinas Pendidikan Nasional Labuhan Batu menyatakan menolak hasil UN Provinsi Sumut di daerah itu menyusul tidak lulusnya 99 siswa SMAN 2 Rantau Utara, sementara seluruh siswa SMK Islamiyah Kotapinang juga dinyatakan tidak lulus UN.

Penolakan itu disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Nasional Labuhan Batu Iskandar didampingi Kepala SMAN 2 Rantau Utara MY Rangkuti dan Ketua Komite Abdul Hakim Lubis serta puluhan guru dan ratusan orang tua murid di Rantau Prapat, Senin (26/4).

Menurut Iskandar, pihaknya belum bisa mengumumkan kelulusan siswa, khususnya di sekolah favorit tersebut. Dinas Pendidikan Nasional setempat akan melayangkan surat penolakan itu ke Dinas Pendidikan Provinsi Sumut.

Ia mengungkapkan adanya kecurigaan terkait hasil UN di Labuhan Batu, yakni pada proses pemeriksaan lembaran ujian melalui sistem komputer.

“Tidak tertutup kemungkinan komputer salah dalam memeriksa lembaran jawaban, misalnya karena tidak memakai pensil standar yang disyaratkan,” ujarnya.

Brilian Moktar juga berpendapat, tidak tertutup kemungkinan terjadi kesalahan teknis, sehingga para siswa kemudian dinyatakan tidak lulus UN.

“Seperti di SMK Islamiyah Kotapinang itu, dimana 100 persen siswanya dinyatakan tidak lulus UN. Pasti ada apa-apanya sehingga bisa sampai seperti itu,” ujarnya.

Sehubungan dengan itu, politisi dari PDI Perjuangan itu minta dilakukan pemeriksaan ulang secara manual terhadap lembaran jawaban siswa di Labuhan Batu dan Labuhan Batu Selatan itu.

“Pada prinsipnya kita hendak mencari kebenaran. Kalau sudah diperiksa secara manual, tentu akan diketahui dimana letak permasalahannya. Bisa saja memang karena memakai pensil yang salah, atau komputernya yang sedang bermasalah ketika memeriksa hasil ujian di daerah itu,” katanya.

Namun demikian, menurut dia, juga tidak tertutup kemungkinan memang para siswa di daerah itu yang tidak mampu menjawab soal-soal yang diberikan, sehingga mereka harus mengikuti UN ulangan yang akan digelar 10-14 Mei 2010.

“Tapi, sebelum itu (UN ulangan, red) kita minta panitia memeriksa ulang lembaran jawaban UN itu secara manual, sehingga diketahui letak persoalan sesungguhnya. Sekali lagi ini kita maksudkan untuk mencari kebenaran, agar kita tahu pasti dimana letak persoalannya,” ujar Brilian Moktar.

Brilian Moktar juga menyatakan bahwa Komisi E DPRD Sumut dalam waktu dekat akan memanggil panitia UN tingkat Sumut untuk mengetahui persoalan-persoalan seputar pelaksanaan UN di daerah itu.

(T.R014/B/M034/M034)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: