Oleh: M.Arif Romadoni | 6 Juni 2012

Transit Venus punya beberapa pola

Kupang, NTT (ANTARA News) – Dua hari terakhir terjadi peristiwa astronomis penting: transit pelaluan Planet Venus, sang Dewi Senja, di antara Bumi dan Matahari yang akan terjadi dalam siklus 243 tahun. Transit Venus sebetulnya terjadi dalam beberapa pola hitungan frekuensi waktu.

Secara sederhana, transit Venus sangat mirip dengan gerhana Bulan atau gerhana Matahari.

Gerhana Matahari terjadi saat Matahari-Bulan-Bumi dalam satu garis lurus.

Sementara pada Transit Venus, Planet itu berada di antara Matahari dan Bumi. Siluet kecil bulat Planet Venus akan “menodai” piringan Matahari dalam lintasan yang bisa diperkirakan sebelumnya.

Direktur Observatorium Boscha Intitut Teknologi Bandung (ITB), Dr Mahasena Putra, mengatakan, transit Venus kali ini berpola spesifik. Dua transit dalam rentang delapan tahun, lalu transit berikutnya terjadi 121, lima tahun kemudian.

Ada selang delapan tahun untuk transit berikutnya dan kemudian ada rentang waktu 105, lima tahun ke transit berikutnya. “Setelah itu polanya kembali berulang,” katanya, di Kupang, NTT, Rabu.

Dia berada di Kupang untuk mengamati transit Venus itu. Di Indonesia, Kota Atambua di Kabupaten Belu, NTT, menjadi salah satu tempat yang paling ideal untuk mengamati transit Venus itu.

“Jadi fenomena itulah yang disaksikan umat manusia di muka bumi ini, termasuk di NTT dipusatkan di Atambua, daerah Perbatasan Indonesia-negara Timor Timur, sebagai peristiwa langka,” katanya.

Tapi, pola 105, lima, delapan, 121, lima dan delapan tahun bukanlah satu-satunya pola yang mungkin terjadi dalam siklus 243 tahun tersebut. Pada 1518, pola transitnya justru delapan, 113, lima, 121 dan lima tahun.

Pola sekarang akan terus berlanjut sampai dengan 2846. Kemudian akan ada pola baru yakni 105, lima, 129, lima dan delapan tahun.

“Transit saat ini merupakan transit terakhir dari pasangan 2004/2012 dan transit berikutnya baru akan terjadi 2117/2125. Sedangkan sebelum 2004, transit terjadi pada 1874/1882,” kata dia.

Sejatinya, diameter Bumi dan Venus tidak banyak bertaut. Namun mengingat jarak orbitnya jauh dari Bumi maka orang akan melihat Venus seperti titik yang melintasi piringan Matahari.

Venus bergerak mengitari Matahari setiap 224 hari dengan kemiringan orbit 34 derajat terhadap Bumi. “Artinya, ketika Venus melintas di antara Bumi dan Matahari, ia tidak selalu sejajar dengan Bumi; tidak setiap saat ia melintas kita bisa melihat transit,” katanya.

Ia menyebut siklus transit venus terjadi 243 tahun sekali ini dikarenakan bumi dan venus baru akan kembali bertemu di titik yang hampir pada orbitnya masing-masing dalam rentang waktu 243 tahun Bumi.

Observatorium Boscha ITB, menggelar Nonton Transit Venus di empat titik di empat provinsi, yaitu Bandung di Jawa Barat, Ambon di Maluku, Manado di Sulawesi Utara, dan Atambua, di NTT.

Di Kota Atambua, sekitar 2.500 warga berbondong-bondong menyaksikan Transit Venus di kompleks SD Katolik Stasi Theresia II, melalui fasilitas peneropongan dan pengamatan langsung maupun melalui layar lebar yang disediakan Boscha dan BMKG Kupang. (*)

Sumber : http://www.antaranews.com

Transit Venus adalah fenomena astronomi spektakuler seperti yang terlihat secara bersamaan seperti yang dahulu digunakan untuk menentukan jarak di angkasa. Transit terakhir terjadi pada tanggal 6 Juni 2012.

Fenomena ini terjadi apabila planet Venus bergerak melintasi matahari sebagai titik kecil dan hitam bila dipandang dari Bumi. Peristiwa ini berlangsung sekitar 6 jam. Transit Venus terjadi dalam berbagai interval pada rentang waktu 243 tahun, dengan pasangan transit dipisahkan dengan renggang panjang 121,5 tahun dan 105,5 tahun.

Transit Venus pada masa lalu

Transit Venus

Tanggal

Tahun

Jam (UTC)

Waktu transit

Catatan

Awal

Tengah

Akhir

26 Mei 1518 01.56 6 jam 56 menit
23 Mei 1526 19.11 5 jam 55 menit
7 Desember 1631 03.51 05.19 06.47 2 jam 56 menit Diperkirakan oleh Johannes Kepler, yang meninggal setahun sebelum transit.
4 Desember 1639 14.57 18.25 21.54 6 jam 57 menit Transit pertama yang diamati oleh Jeremiah Horrox
6 Juni 1761 02.02 05.19 08.37 6 jam 35 menit Diamati oleh Charles Mason dan Jeremiah Dixon dari Cape Town
3 Juni 1769 19.15 22.25 01.35 6 jam 20 menit Diamati oleh Jeremiah Dixon dari Hammerfest. Observasi dari Vardø di Norwegia oleh Maximilian Hell dan dari Tahiti oleh Kapten Cook digunakan untuk menghitung jarak rata-rata seperti 1 satuan astronomi dari Bumi ke matahari hingga 151,2 juta km – nyaris mendekati jarak sesungguhnya sebesar 149,6 juta km. Hari berikutnya gerhana matahari total yang terlihat dari Amerika Utara, Eropa, dan Asia Utara.
9 Desember 1874 01.49 04.07 06.26 4 jam 37 menit
6 Desember 1882 13.57 17.06 20.15 6 jam 18 menit
8 Juni 2004

05.13

08.20

11.26

6 jam 03 menit Transit terakhir
6 Juni 2012 22.09 01.29 04.49 6 jam 40 menit Transit berikutnya. Terlihat dari Hawaii, Australia, Samudera Pasifik, dan Asia Timur. Awal transit dapat dilihat dari Amerika Utara.
11 Desember 2117 23.58 02.48 05.38 5 jam 40 menit
8 Desember 2125 13.15 16.01 18.48 5 jam 33 menit Terlihat sebagian dari Eropa Barat.
11 Juni 2247 08.42 11.33 14.25 5 jam 43 menit Terlihat penuh dari Eropa
9 Juni 2255 01.08 04.38 08.08 7 jam 00 menit Terlihat sebagian dari Eropa
13 Desember 2360 22.32 01.44 04.56 6 jam 24 menit
10 Desember 2368 12.29 14.45 17.01 4 jam 32 menit Terlihat sebagian dari Eropa
12 Juni 2490 11.39 14.17 16.55 5 jam 16 menit Terlihat dari Eropa
10 Juni 2498 03.48 07.25 11.02 7 jam 14 menit Terlihat dari Eropa

Merkurius dan Venus

Dapat disebutkan bahwa pada tanggal 26 Juli 69163, Venus dan Merkurius akan sama-sama melintasi matahari. Bila di hari itu berawan, kesempatan kedua untuk melihat transit kedua planet itu akan terjadi pada tahun 224508.

Sumber: http://id.wikipedia.org


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: